Blind van adalah sebuah jenis kendaraan niaga yang dibangun dari kendaraan berukuran kecil. Ukurannya setara dengan kendaraan penumpang atau juga kelas pick-up. Keberadaannya semakin umum di Indonesia, baik di tengah tren bisnis logistik ataupun kebutuhan lainnya. Dengan bentuknya ini, sebuah blind van memberikan berbagai keuntungan, yang setidaknya terbagi dalam tiga hal.

1. Ukuran Ringkas, Masuk Perumahan

Ukuran yang ringkas ini memungkinkan ia melaju di jalan-jalan yang juga biasa dilalui kendaraan penumpang, termasuk juga di jalan kompleks perumahan dan juga perkantoran yang tidak jarang berukuran sempit. Namun, tidak berarti ukuran sebuah blind van tidak bisa dimaksimalkan. Contohnya pada Isuzu Traga. Sebagai sebuah kendaraan yang berbasis pick up dan pada akhir 2021 lalu memiliki versi blind van, Isuzu Traga memiliki ruang kargo dengan panjang 2,8 meter dan lebar 1,52 meter—dihitung dari sisi dalam. Untuk versi blind van, Isuzu Traga memiliki daya muat yang secara total 5,2 meter kubik. Cocok untuk muatan membeludak dalam menghadapi sibuknya perdagangan e-commerce yang serba adu waktu cepat belakangan ini. Besar, tetapi kemampuan manuver di jalan sempitnya bahkan melampaui mobil seukuran LCGC. Jika sebuah LCGC punya radius putar 4,6 meter, Isuzu Traga hanya 4,5 meter.

2. Iklan Berjalan

Sejak 1920-an, cikal bakal kendaraan niaga yang kemudian menjadi blind van sudah digunakan sebagai iklan berjalan. Area kargo yang menyatu dengan ruang menyetir membuatnya tampak seperti sebuah mikrobus kecil yang mulus sehingga terlihat unik. Secara bersamaan, ia menyediakan “kanvas” lebar untuk dicat dengan gambar yang merepresentasikan warna dan logo perusahaan. Terlebih lagi untuk Isuzu Traga Blind Van. Ukurannya yang besar memungkinkan tampilan warna dan logo perusahaan juga besar.

3. Urusan Karoseri

Blind van yang dibangun dari basis pick-up didukung penggarapan secara karoseri. Isuzu Traga sendiri dibangun dengan karoseri yang sudah berdasarkan standar Isuzu sehingga dijanjikan bergaransi. “Isuzu Traga Blind Van merupakan hasil kerja sama PT Isuzu Astra Motor Indonesia dengan karoseri partner, dirancang dengan kargo belakang berkualitas standar Isuzu dan bergaransi sehingga kualitas lebih baik dan lebih tahan lama,” kata Arvin Sumbung, Product Marketing CV & LCV Manager, PT Isuzu Astra Motor Indonesia.


Hampir setengah dari biaya yang dikeluarkan dalam sebuah perjalanan truk adalah biaya bahan bakar minyak atau BBM. Hal ini pulalah yang disadari dalam sebuah bisnis logistik. Maka jika truk terlampau boros, usaha sebuah logistik hanya akan berat di ongkos.

Tentu ini sangat penting untuk dihindari, apalagi di tengah tumbuhnya bisnis logistik masa dan pasca-pandemi, ketika masyarakat semakin terbiasa dengan belanja online.

Sebagai gambaran, sektor logistik saat ini sedang tumbuh pesat. Badan Pusat Statistik mencatat sektor transportasi dan pergudangan tumbuh 15,79 persen pada kuartal I 2022. Dengan bertumbuhnya sektor logistik, truk pun menjadi sebuah aset penting bagi usaha logistik. Untuk memilikinya, setidaknya ada tiga kriteria yang bisa menjadi pertimbangan.

Jangan Boros BBM

Direktur PT Serasi Logistics Indonesia Adil Juna Ginting dalam bincang-bincang di perhelatan Jakarta Auto Week (JAW) 2022 lalu menekankan pentingnya aspek hemat BBM, khususnya untuk truk.

Perusahaan logistik besar dengan 1.200 truk dan 1.500 pengemudi ini tentu bergerak dengan mempertimbangkan segala hal agar bisnis tetap berjalan.

“Untuk setiap trip kita yang berjalan, 45 persen adalah yang kami berikan ke driver; dan dari 45 persen itu, 40 persennya bahan bakar,” ujar Adil.

Di tengah penerapan regulasi Euro 4, Isuzu sendiri bergerak tidak hanya memenuhi regulasi emisi tetapi juga semakin hemat BBM karena menggunakan mesin common rail di semua tipe kendaraan.

Yang perlu ditekankan juga adalah Isuzu sudah akrab atau berpengalaman terhadap teknologi common rail, yakni 11 tahun lamanya. Dengan demikian, teknologi efisiensi BBM ini bisa tetap terjaga sebaik mungkin.

Ketangguhan Unit

Unit yang tangguh bukan sekadar perawatan tetapi juga materi hingga struktur pada kendaraan itu sendiri.

Isuzu Giga FRR (6 ban) dan si besar panjang Giga FVM (10 ban) misalnya. Keduanya dibuat dengan gear ratio besar untuk tarikan awal sehingga lebih kuat dan stabil saat membawa beban.

Keduanya pun dipersiapkan untuk kebutuhan logistik antar-provinsi dengan karoseri wing box atau model boks bersayap yang juga dispesifikasikan untuk muatan hingga 10 ton (Giga FRR) dan 26 ton (Giga FVM).

Ketersediaan Suku Cadang

Agar aset tetap terjaga sehingga bisa terus digunakan, meminimalkan down time, hingga menjaga nilai jualnya, ketersediaan suku cadang pun bukan hanya harus siap, melainkan juga semestinya dalam jangkauan.

Isuzu di bawah bendera Astra memiliki bengkel dan penyedia suku cadang di berbagai kota di Indonesia. Namun bukan hanya itu, sebab Isuzu juga memiliki layanan BIB atau Bengkel Isuzu Berjalan, yakni kendaraan dengan perlengkapan perbengkelan yang siap datang ke lokasi bahkan hingga pengerjaan turun mesin.

Umumnya, semahir apa pun pengemudinya, berhadapan dengan tanjakan akan menyita konsentrasi lebih. Perhitungan menjadi sedemikian ekstra demi menghindari bermacam kekhawatiran. Misalnya, gentar karena merasa kurang tenaga sehingga kendaraan malah mundur di luar kendali.

Bicara mesin turbo diesel, semburan udara akan membawa keuntungan sekaligus saat melaju, termasuk performa. Namun berbeda kondisinya saat menghadapi tanjakan.

Sebuah truk turbo diesel bisa menghadapi kekurangan asupan udara ke turbin lantaran tanjakan, dikarenakan adanya pengurangan kecepatan.

Ketika melambat, turbin yang semestinya didorong gas buang pun ikut melambat karena ada perubahan RPM saat menghadapi tanjakan. Pasalnya, saat RPM berkurang, maka berkurang jugalah gas buang menuju turbin.

Kondisi itulah yang dinamakan turbo lag. Namun, Isuzu menyempurnakannya dengan VGS di semua Isuzu Elf, baik tipe 4 ban NLR, 6 ban NMR, maupun NPS 4×4.

VGS adalah singkatan dari variable geometry system. Adam J Feneley, Apostolos Pesiridisa Amin Mahmoudzadeh Andwari dalam jurnal Renewable and Sustainable Energy Reviews menjelaskan bahwa teknologi ini (antara lain) menggunakan komponen bergerak untuk menyediakan luas penampang yang bervariasi. Dengan prinsip ini, efeknya pun cukup banyak.

“Meningkatkan boost atau tekanan angin pada kecepatan rendah, mengurangi waktu respons, meningkatkan torsi yang tersedia, mengurangi tekanan angin pada kecepatan putaran mesin tinggi untuk mencegah peningkatan berlebih, mengurangi emisi, meningkatkan penghematan bahan bakar, dan meningkatkan jangkauan operasi turbocharger secara keseluruhan,” tulis mereka.

Untuk efek “meningkatkan tekanan boost pada kecepatan rendah” saja, Isuzu Elf, baik tipe 4 ban NLR, 6 ban NMR, maupun NPS 4×4 artinya sudah mumpuni untuk kondisi menanjak. Saat RPM rendah karena menghadapi tanjakan, bilah-bilah turbin pada turbocharger Elf akan menyempit sehingga daya tekanan udara tetap stabil sesuai pengaturan melalui ECU.

Dengannya, asupan udara untuk sistem turbo menangkal hilangnya tenaga di tanjakan. Keberadaan VGS ini sekaligus menandai bahwa Isuzu jeli dalam menghadapi problem dan meningkatkan kemampuan truk-truknya, di samping mendukung kenikmatan berkendara yang lebih jauh meningkatkan ritase.

Indonesia akhirnya memijak era Euro 4 dengan kepatuhan produksi kendaraan niaga terhadap regulasi pemerintah. Ini adalah inisiasi akan kondisi udara yang lebih baik seiring penerapan teknologi berdasarkan standar emisi.

Isuzu sendiri sudah berkutat dengan teknologi common rail sebagai mesin yang memenuhi standar emisi Euro 4 sejak 11 tahun lalu. Karena itu, bukan hanya memenuhi regulasi, kendaraan niaga Isuzu juga unggul di berbagai sektor termasuk dalam hal pengalaman di teknologi mesin Euro 4.

Demikian halnya untuk pick-up Isuzu Traga, penerapan mesin common rail membuatnya lebih ramah lingkungan, lebih efisien dan bertenaga. Satu lagi keunggulannya adalah, dia tetap unggul di kelasnya dalam hal dimensi.

“Hampir 20 persen. Kalau biasa (menyebut merek lain) muat 70 dus, ini bisa 90-100 dus,” kata Yongki, Direktur CV Samudera Terang yang merupakan sebuah agen sepatu pengguna Isuzu Traga di Semarang, Jawa Tengah.

Dengan panjang 4.520 mm, bak open cargo-nya memiliki panjang 2.960 mm. Angka ini memang lebih panjang jika dibandingkan dengan pick up lain yang antara lain memiliki panjang sekitar 2.600 mm.

Secara realistis, Isuzu pun memperhitungkan bahwa daya muat bak dihitung dari sisi dalam, yakni 2.810 mm x 1.620 mm sehingga lebih presisi dan tetap unggul secara dimensi angkut.

Walau siap membawa beban ekstra berat, radius manuver 4,5 meter menjaga kelincahannya didukung pula oleh suspensi depan double wishbone dengan coil spring.

Dengan ragam aplikasi, boks Isuzu Traga bisa menjadi pilihan. Tidak ayal Traga juga tersedia dalam versi blind van.